Arah Kiblat

Gunakan lokasi Anda atau pilih kota Anda untuk mengetahui sudut kiblat; di ponsel, arahkan ponsel Anda hingga panah emas menyala.

UTSB

Tekan "Aktifkan kompas" di ponsel untuk memutar kompas mengikuti arah ponsel Anda

Arah kiblat: hukum syariat dan cara penentuannya

Menghadap kiblat adalah salah satu syarat sah salat menurut kesepakatan ulama bagi yang mampu, dan kiblat adalah Ka'bah yang mulia di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah. Pada awalnya kaum Muslimin salat menghadap Baitul Maqdis, kemudian Allah Ta'ala memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk menghadap Ka'bah, sebagaimana firman-Nya:

﴿قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ﴾“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.”QS Al-Baqarah: 144

Menurut pendapat yang masyhur, perpindahan kiblat terjadi pada tahun kedua Hijriah, setelah sekitar enam belas atau tujuh belas bulan salat menghadap Baitul Maqdis. Alat ini membantu Anda mengetahui arah kiblat secara akurat dari mana pun di dunia, disertai penjelasan dasar ilmiah perhitungannya, cara memverifikasinya, dan hukum berijtihad dalam menentukannya.

Bagaimana arah kiblat dihitung?

Bumi kurang lebih berbentuk bola; karena itu, jalur terpendek antara dua titik di permukaannya bukanlah garis lurus pada peta datar, melainkan busur dari lingkaran besar (great circle), yaitu lingkaran yang bidangnya melewati pusat bumi. Arah kiblat adalah sudut yang dibentuk busur ini terhadap arah utara geografis di titik tempat orang yang salat berdiri, diukur searah jarum jam dari utara.

Perhitungannya bergantung pada dua hal:

Kemudian diterapkan rumus arah awal pada bola dengan trigonometri bola, sehingga dihasilkan angka dalam derajat, misalnya 135 derajat, yang berarti kiblat berada di arah tenggara. Karena itulah arah kiblat di sebagian negara bisa tampak berbeda dari yang diperkirakan orang saat melihat peta datar; di Amerika Utara misalnya, kiblat mengarah ke timur laut, bukan tenggara, karena busur lingkaran besar adalah yang terpendek.

Alat ini juga menampilkan perkiraan jarak antara Anda dan Ka'bah dalam kilometer, yang dihitung pada jalur yang sama.

Menggunakan kompas di ponsel

Sebagian besar ponsel pintar memiliki sensor magnetik yang berfungsi sebagai kompas, sehingga alat ini menampilkan panah yang menunjuk langsung ke kiblat ketika ponsel diarahkan. Agar mendapatkan pembacaan yang benar, perhatikan hal-hal berikut:

Utara magnetik dan utara geografis

Kompas menunjuk ke utara magnetik, yaitu titik yang perlahan berubah seiring waktu dan tidak sama dengan utara geografis (kutub utara sejati yang menjadi acuan perhitungan arah kiblat). Selisih antara keduanya disebut deklinasi magnetik, dan berbeda dari satu tempat ke tempat lain: bisa satu atau dua derajat di sebagian negara, dan lebih dari sepuluh derajat di negara lain. Banyak ponsel mengoreksi deklinasi ini secara otomatis ketika layanan lokasi diaktifkan, maka sebaiknya izinkan hal itu untuk mendapatkan hasil paling akurat.

Jika perangkat Anda tidak memiliki sensor kompas, alat ini akan menampilkan sudut kiblat dalam derajat, dan Anda dapat menggunakan peta atau metode matahari untuk menentukannya.

Menentukan kiblat dengan matahari

Salah satu cara paling akurat dan sederhana untuk menentukan kiblat adalah dengan fenomena matahari tepat di atas Ka'bah (istiwa' a'zham, rashdul kiblat), karena matahari melintas hampir tepat di atas Ka'bah dua kali setahun, yaitu sekitar 28 Mei kira-kira pukul 12.18 siang waktu Makkah, dan sekitar 16 Juli kira-kira pukul 12.27 siang waktu Makkah, dengan sedikit perbedaan dari tahun ke tahun. Pada saat itu, bayangan setiap tiang tegak di negeri-negeri yang mataharinya berada di atas ufuk akan menunjuk tepat berlawanan dengan arah kiblat, sehingga arah menuju matahari adalah arah kiblat.

Untuk menerapkannya: konversikan waktu tersebut ke waktu lokal Anda, lalu tegakkan tongkat atau benang yang digantungi pemberat di tanah yang datar, dan pada waktu yang ditentukan tariklah garis sepanjang bayangan; arah dari ujung bayangan menuju tongkat adalah arah kiblat. Metode ini berlaku di negara-negara yang mataharinya tampak di atas ufuk pada saat itu, seperti sebagian besar negara di Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia Barat.

Hukum berijtihad dalam menentukan kiblat dan kesalahan kecil

Para fukaha membedakan antara orang yang melihat Ka'bah secara langsung dan orang yang jauh darinya: orang yang dekat dan menyaksikannya wajib tepat menghadap bangunannya ('ain al-Ka'bah), sedangkan orang yang jauh, menurut mayoritas ulama, wajib menghadap arahnya (jihah), bukan bangunannya, karena menghadap bangunannya secara pasti mustahil bagi orang yang jauh. Mereka berdalil dengan sabda Nabi ﷺ kepada penduduk Madinah:

"Apa yang ada di antara timur dan barat adalah kiblat."HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah

Maknanya menurut para ulama adalah bahwa bagi orang-orang yang kiblatnya berada di arah selatan seperti penduduk Madinah, apa yang ada di antara timur dan barat adalah arah kiblat mereka. Konsekuensinya, sedikit melenceng dari arah yang dihitung tidak menjadi masalah, dan orang yang salat tidak wajib menepatkan derajat dengan sangat teliti; ia cukup berijtihad menghadap arah tersebut dengan sarana yang tersedia baginya.

Barang siapa berijtihad menentukan kiblat lalu salat, kemudian setelah salat jelas baginya bahwa ia keliru, maka salatnya sah menurut mayoritas ulama dan ia tidak wajib mengulanginya, karena ia telah melakukan apa yang ia mampu, dan Allah Ta'ala berfirman:

﴿فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ﴾“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.”QS At-Taghabun: 16

Adapun jika kesalahan itu tampak baginya ketika sedang salat, maka ia berputar menghadap kiblat dan menyempurnakan salatnya, sebagaimana yang dilakukan penduduk Quba ketika sampai kepada mereka kabar perpindahan kiblat sementara mereka sedang salat, lalu mereka berputar menghadap Ka'bah; hadisnya terdapat dalam Shahihain.

Jika terdapat mihrab masjid yang mu'tabar di negeri itu, maka pada dasarnya ia yang dijadikan pegangan; tidak sepatutnya meninggalkan kiblat masjid-masjid yang ada hanya karena sedikit perbedaan yang ditampilkan oleh alat elektronik yang dapat terpengaruh logam atau kalibrasi yang lemah.

Bagaimana cara menggunakan alat ini?

  1. Izinkan browser mengakses lokasi Anda, atau pilih kota Anda secara manual.
  2. Sudut kiblat dalam derajat dari utara geografis akan muncul, beserta jarak ke Makkah.
  3. Di ponsel, izinkan akses ke sensor arah, lalu letakkan perangkat mendatar dan berputarlah hingga panah sejajar dengan tanda kiblat.

Setelah menentukan kiblat, ketahuilah jadwal salat di kota Anda.

Pertanyaan Umum

Koordinat Ka'bah apa yang digunakan dalam perhitungan?

Alat ini menggunakan lintang sekitar 21,4225 utara dan bujur sekitar 39,8262 timur.

Mengapa kiblat di Amerika mengarah ke timur laut?

Karena perhitungan didasarkan pada jalur terpendek di permukaan bumi yang berbentuk bola, yaitu busur lingkaran besar, bukan garis lurus pada peta datar.

Mengapa pembacaan kompas di ponsel saya berubah-ubah?

Sensor mungkin perlu dikalibrasi dengan menggerakkan ponsel membentuk angka 8, atau ponsel berada di dekat logam, magnet, atau perangkat listrik.

Apakah salat batal jika sedikit melenceng dari kiblat?

Tidak; menurut mayoritas ulama, yang wajib bagi orang yang jauh dari Ka'bah adalah menghadap arahnya, dan sedikit melenceng tidak menjadi masalah.

Apa hukum orang yang salat berdasarkan ijtihad lalu jelas kesalahannya?

Salatnya sah menurut mayoritas ulama dan ia tidak wajib mengulanginya jika telah berijtihad; jika ia mengetahui kesalahannya ketika sedang salat, ia berputar dan menyempurnakannya.

Kapan matahari tepat berada di atas Ka'bah?

Dua kali setahun kira-kira: sekitar 28 Mei dan 16 Juli menjelang tengah hari waktu Makkah; saat itu arah menuju matahari adalah arah kiblat.