Tasbih digital dan keutamaan zikir kepada Allah
Berzikir kepada Allah Ta'ala termasuk ibadah yang paling mudah dan paling besar pahalanya; ia tidak memerlukan waktu khusus maupun tempat tertentu, dan dapat dilakukan seorang Muslim sambil berdiri, duduk, dan berbaring, di rumah, di tempat kerja, maupun di perjalanan. Allah telah memerintahkannya dengan perintah yang tegas, sebagaimana firman-Nya:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا﴾“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.”QS Al-Ahzab: 41
Dan Dia menjadikan zikir sebagai sebab ketenangan dan ketenteraman hati di zaman yang penuh dengan kegelisahan dan kesibukan:
﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”QS Ar-Ra'd: 28
Tasbih digital ini dirancang untuk membantu Anda merutinkan zikir dan menepati bilangannya sebagaimana tercantum dalam Sunnah, terutama ketika Anda jauh dari tasbih Anda, atau ingin memantau jumlah zikir harian Anda. Di halaman ini kami menyebutkan sebagian keutamaan zikir yang sahih, bilangan yang disebutkan dalam beberapa zikir, dan hukum menghitung dengan jari dan tasbih.
Hadis-hadis sahih tentang keutamaan tasbih
Dua kalimat yang ringan di lisan
Di antara zikir yang paling lengkap dan paling mudah adalah yang disebutkan dalam hadis yang dijadikan penutup kitab Shahih oleh Imam Al-Bukhari:
"Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'azhim (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung)."Muttafaq 'alaih
Hadis ini menjelaskan bahwa yang menjadi ukuran bukanlah panjang dan beratnya zikir, melainkan makna penyucian, pujian, dan pengagungan kepada Allah Ta'ala yang dikandungnya.
Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali
"Barang siapa mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, dihapuslah kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan."Muttafaq 'alaih
Inilah salah satu alasan terbesar untuk menggunakan penghitung yang membantu menyempurnakan seratus kali tanpa lupa; zikir ini boleh diucapkan terpisah sepanjang hari atau berturut-turut dalam satu majelis.
Tasbih setelah salat
Di antara zikir dengan bilangan tertentu yang paling masyhur adalah tasbih setelah salat fardu, yang tentangnya disebutkan:
"Barang siapa bertasbih kepada Allah setiap selesai salat tiga puluh tiga kali, bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, maka itu sembilan puluh sembilan, lalu ia menggenapkan seratus dengan mengucapkan: La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir (Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu), diampunilah kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan."HR. Muslim
Maka jumlah zikir ini seratus: 33 tasbih, 33 tahmid, dan 33 takbir, kemudian tahlil sebagai penggenap seratus. Karena itu, tasbih digital ini menyediakan pengaturan siap pakai untuk zikir ini yang berpindah otomatis dari tasbih ke tahmid lalu takbir.
| Zikir | Jumlah | Waktu |
|---|---|---|
| Subhanallah | 33 | Setiap selesai salat fardu |
| Alhamdulillah | 33 | Setiap selesai salat fardu |
| Allahu Akbar | 33 | Setiap selesai salat fardu |
| La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir | 1 | Penggenap seratus |
| Subhanallahi wa bihamdihi | 100 | Dalam sehari, tanpa terikat waktu tertentu |
Menghitung dengan jari dan tasbih
Pada dasarnya zikir dihitung dengan jari, dan itulah petunjuk Nabi ﷺ; dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:
"Aku melihat Rasulullah ﷺ menghitung tasbih dengan tangan kanannya."HR. Abu Dawud
Asal hadis ini juga terdapat pada riwayat At-Tirmidzi dengan lafaz: beliau menghitung tasbih. Nabi ﷺ juga menganjurkan sebagian sahabat perempuan untuk menghitung dengan ujung jari, dengan alasan bahwa jari-jari itu akan bersaksi bagi pemiliknya pada hari kiamat:
"Hendaklah kalian (para wanita) bertasbih, bertahlil, dan bertaqdis (menyucikan Allah), dan hitunglah dengan ujung jari, karena jari-jari itu akan ditanya dan diminta berbicara."HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi
Karena itu, para ulama berpendapat bahwa menghitung dengan jari lebih utama, dan sebaiknya dengan tangan kanan. Adapun penggunaan tasbih, kerikil, biji kurma, atau alat penghitung, mayoritas ulama membolehkannya, karena itu hanyalah sarana untuk menepati bilangan, bukan ibadah itu sendiri, dan diriwayatkan dari sebagian salaf bahwa mereka menghitung dengan biji kurma dan kerikil. Sebagian ulama memakruhkannya atau memandang meninggalkannya lebih utama, karena khawatir riya atau menyerupai (kaum lain), atau karena hal itu menyelisihi yang lebih utama. Perbedaan pendapat dalam masalah ini ringan, dan yang menjadi ukuran adalah hadirnya hati dan kesungguhan dalam berzikir.
Adab berzikir
- Hadirnya hati: dengan merenungi makna yang diucapkan; tasbih adalah menyucikan Allah dari segala kekurangan, tahmid adalah memuji-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan, dan takbir adalah mengagungkan-Nya di atas segala sesuatu.
- Menggerakkan lisan: karena zikir yang disyariatkan adalah yang diucapkan oleh lisan, meskipun dengan suara pelan yang hanya terdengar oleh diri sendiri.
- Kontinuitas: karena amalan sedikit yang terus-menerus lebih baik daripada amalan banyak yang terputus.
- Memilih zikir yang sahih: dan berpegang pada lafaz dan bilangannya sebagaimana diriwayatkan.
Bagaimana cara menggunakan tasbih digital?
- Pilih zikir: dari daftar siap pakai, seperti: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Astaghfirullah, atau tambahkan zikir Anda sendiri.
- Tentukan target: misalnya 33 atau 100, atau biarkan hitungan terbuka tanpa batas.
- Mulai menghitung: dengan mengetuk tombol besar atau di mana saja dalam lingkaran hitungan; di komputer Anda dapat menggunakan tombol spasi.
- Peringatan saat selesai: alat ini bergetar pada ponsel yang mendukung atau menampilkan pemberitahuan ketika target tercapai.
- Mode zikir setelah salat: berpindah otomatis antara tasbih, tahmid, dan takbir, kemudian mengingatkan Anda pada tahlil sebagai penggenap seratus.
- Atur ulang: dengan tombol atur ulang; hitungan disimpan di browser Anda sehingga tidak hilang jika halaman ditutup.
Untuk menyempurnakan ibadah Anda, lihat jadwal salat di kota Anda, dan pantau hari besar Islam mendatang untuk memanfaatkan musim-musim ketaatan.
Pertanyaan Umum
Bolehkah bertasbih dengan tasbih digital?
Mayoritas ulama membolehkan penggunaan sarana penghitung seperti tasbih dan alat penghitung untuk menepati bilangan zikir, namun menghitung dengan jari lebih utama karena itulah petunjuk Nabi ﷺ.
Berapa jumlah tasbih setelah salat?
Tiga puluh tiga kali tasbih, tiga puluh tiga kali tahmid, dan tiga puluh tiga kali takbir, kemudian digenapkan seratus dengan La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim.
Apa keutamaan mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi seratus kali?
Telah sahih dalam Shahihain bahwa barang siapa mengucapkannya seratus kali dalam sehari, dihapuslah kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.
Apakah hitungan tersimpan jika saya menutup halaman?
Ya, hitungan disimpan di browser Anda pada perangkat yang sama, dan Anda dapat mengatur ulangnya kapan saja.
Apakah cukup menekan penghitung tanpa mengucapkan zikir?
Tidak, pahala diberikan atas zikir dengan lisan disertai hadirnya hati; penghitung hanyalah sarana untuk menepati bilangan.
Mengapa lebih utama menghitung dengan tangan kanan?
Berdasarkan riwayat Abu Dawud bahwa Nabi ﷺ menghitung tasbih dengan tangan kanannya, dan karena jari-jari itu akan ditanya dan diminta berbicara sebagaimana dalam hadis.