Hari Besar Islam

Ketahui berapa hari lagi menuju Ramadan, dua hari raya, dan momen-momen Islam terpenting, beserta perkiraan tanggal Masehi setiap hari besar.

Hitung mundur menuju

—

0hari
0jam
0menit
0detik

Hari besar mendatang

Ketuk hari besar mana pun untuk menampilkan hitung mundurnya

Tanggal dihitung menurut kalender Ummul Qura, dan dapat berbeda satu hari tergantung rukyatul hilal yang berlaku di negara Anda.

Hari besar Islam sepanjang tahun Hijriah

Allah Ta'ala menjadikan di antara hari-hari dalam setahun musim-musim kebaikan yang pahalanya dilipatgandakan dan semangat seorang Muslim untuk taat diperbarui. Mengetahui waktu hari-hari besar ini sebelumnya membantu untuk mempersiapkannya, serta merencanakan puasa, qiyamul lail, haji, umrah, dan silaturahmi. Halaman ini menampilkan hari-hari besar Islam terpenting dengan hitung mundur untuk masing-masing, beserta perkiraan waktunya dalam kalender Hijriah dan Masehi.

Tanggal yang ditampilkan bersifat perkiraan dan dihitung menurut kalender Ummul Qura; adapun waktu sebenarnya untuk Ramadan, dua hari raya, dan Zulhijah bergantung pada rukyatul hilal dan pengumuman otoritas keagamaan yang berwenang di setiap negara, dan dapat berbeda satu hari dari yang ditampilkan.

Bulan Ramadan dan Lailatul Qadar

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam tahun Hijriah; puasanya merupakan salah satu rukun Islam, dan ia adalah bulan ketika Allah menurunkan Al-Qur'an:

﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ﴾“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”QS Al-Baqarah: 185

Masuknya bulan Ramadan ditetapkan dengan melihat hilal pada malam ketiga puluh Syakban, atau dengan menggenapkan Syakban tiga puluh hari. Di bulan Ramadan terdapat Lailatul Qadar yang tentangnya Allah berfirman:

﴿لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”QS Al-Qadr: 3

Malam itu berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dan yang paling diharapkan adalah malam-malam ganjilnya, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."HR. Al-Bukhari
"Barang siapa menghidupkan Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."Muttafaq 'alaih

Tidak ada satu malam tertentu yang ditetapkan secara pasti, dan hikmahnya adalah agar seorang Muslim bersungguh-sungguh pada kesepuluh malam itu seluruhnya. Nabi ﷺ beriktikaf pada sepuluh malam terakhir dan bersungguh-sungguh di dalamnya melebihi kesungguhan beliau pada waktu lainnya.

Idul Fitri dan puasa enam hari Syawal

Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal; ia adalah hari kegembiraan dan syukur kepada Allah atas sempurnanya puasa, dan berpuasa pada hari itu haram menurut kesepakatan ulama. Di antara sunahnya: membayar zakat fitrah sebelum salat Id, bertakbir, mandi dan berhias, serta makan beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat ke tempat salat. Untuk menghitung hal-hal yang berkaitan dengan zakat secara umum, Anda dapat menggunakan kalkulator zakat.

Setelah Idul Fitri, disunahkan berpuasa enam hari di bulan Syawal, berturut-turut atau terpisah, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian mengiringinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun."HR. Muslim

Sepuluh hari pertama Zulhijah

Hari Tarwiyah (8 Zulhijah)

Hari ketika jemaah haji tamattu' berihram untuk haji dari Makkah, lalu menuju Mina untuk bermalam di sana dan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh dengan qasar tanpa jamak. Dinamakan demikian karena dahulu orang-orang membekali diri dengan air (yatarawwauna) pada hari itu sebagai persiapan untuk hari-hari setelahnya.

Hari Arafah (9 Zulhijah)

Hari teragung dalam ibadah haji, dan wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling utama. Bagi yang tidak berhaji, disunahkan berpuasa pada hari itu karena besarnya pahala:

"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya."HR. Muslim

Adapun bagi jemaah haji, yang lebih utama adalah tidak berpuasa agar kuat berdoa dan berzikir, meneladani Nabi ﷺ yang tidak berpuasa pada hari Arafah dalam haji beliau.

Idul Adha dan hari-hari Tasyrik (10–13 Zulhijah)

Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Zulhijah, yaitu hari nahr (penyembelihan); pada hari itu jemaah haji melontar Jumrah Aqabah, menyembelih, mencukur rambut, dan tawaf di Baitullah. Bagi yang tidak berhaji, disyariatkan salat Id dan menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Setelahnya adalah hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal sebelas, dua belas, dan tiga belas Zulhijah, yang tentangnya Nabi ﷺ bersabda:

"Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah."HR. Muslim

Oleh karena itu, tidak boleh berpuasa pada hari-hari tersebut kecuali bagi jemaah haji tamattu' atau qiran yang tidak mendapatkan hewan hadyu, menurut pendapat sejumlah ulama. Pada hari-hari itu disyariatkan takbir muqayyad setelah salat hingga Asar hari Tasyrik terakhir.

Tahun Baru Hijriah dan hari Asyura

1 Muharam

Awal tahun Hijriah yang baru; ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu ketika beliau menjadikan hijrah sebagai awal penanggalan dan Muharam sebagai bulan pertama. Tidak ada dalam Sunnah pengkhususan hari ini dengan ibadah tertentu, tetapi ia merupakan momen yang baik untuk muhasabah diri dan memperbarui tekad. Untuk mengetahui padanan Masehi dari tanggal mana pun, gunakan konverter tanggal Hijriah.

Asyura (10 Muharam)

Hari ketika Allah menyelamatkan Musa 'alaihissalam dan kaumnya dari Firaun. Nabi ﷺ berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk berpuasa, serta menjelaskan keutamaannya dalam hadis yang sama yang menyebutkan keutamaan puasa Arafah:

"Dan puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus (dosa) setahun sebelumnya."HR. Muslim

Disunahkan untuk berpuasa pula pada hari kesembilan bersamanya untuk menyelisihi Ahli Kitab, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

"Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."HR. Muslim

Ayyamul Bidh

Disunahkan berpuasa tiga hari setiap bulan, dan yang paling utama adalah Ayyamul Bidh (hari-hari putih): tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas setiap bulan Hijriah. Dinamakan "putih" karena malam-malamnya terang oleh cahaya bulan purnama. Nabi ﷺ berwasiat kepada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu untuk berpuasa tiga hari setiap bulan sebagaimana dalam Shahihain, dan penetapan Ayyamul Bidh datang dalam hadis Abu Dzar radhiyallahu 'anhu:

"Jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas."HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i

Dikecualikan dari hal itu tanggal tiga belas Zulhijah karena termasuk hari-hari Tasyrik.

Tabel ringkas hari besar

Hari besarTanggal HijriahSunah utama
Tahun Baru Hijriah1 MuharamMuhasabah diri
Tasu'a dan Asyura9 dan 10 MuharamPuasa
Awal Ramadan1 RamadanPuasa, qiyamul lail, dan tilawah Al-Qur'an
Sepuluh malam terakhir21–30 RamadanMencari Lailatul Qadar dan iktikaf
Idul Fitri1 SyawalZakat fitrah dan salat Id
Hari Tarwiyah8 ZulhijahJemaah haji menuju Mina
Hari Arafah9 ZulhijahWukuf di Arafah, dan puasa bagi yang tidak berhaji
Idul Adha10 ZulhijahSalat Id dan kurban
Hari-hari Tasyrik11–13 ZulhijahZikir dan takbir; haram berpuasa
Ayyamul Bidh13–15 setiap bulanPuasa

Bagaimana cara menggunakan halaman ini?

Halaman ini menampilkan hari besar berikutnya di bagian atas dengan hitung mundur dalam hari, lalu daftar hari besar yang diurutkan menurut waktu beserta tanggal Hijriah dan padanan Masehinya. Anda dapat menggunakan tasbih digital untuk zikir pada hari-hari ini, dan membaca lebih lanjut di bagian artikel.

Pertanyaan Umum

Apakah tanggal hari besar di halaman ini akurat?

Tanggal tersebut adalah perkiraan menurut kalender Ummul Qura; waktu sebenarnya untuk Ramadan, dua hari raya, dan Zulhijah bergantung pada rukyatul hilal dan pengumuman otoritas yang berwenang di negara Anda.

Apa keutamaan puasa hari Arafah?

Muslim meriwayatkan bahwa puasa hari Arafah menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya, dan puasa ini disunahkan bagi yang tidak berhaji.

Apakah puasa Asyura dilakukan sendirian?

Boleh berpuasa pada hari itu saja, tetapi yang lebih utama adalah berpuasa pula pada hari kesembilan, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (HR. Muslim).

Kapan Lailatul Qadar?

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dan yang paling diharapkan adalah malam-malam ganjilnya; tidak ada satu malam tertentu yang ditetapkan secara pasti.

Apakah puasa enam hari Syawal wajib berturut-turut?

Tidak wajib berturut-turut; boleh dilakukan berturut-turut atau terpisah selama bulan Syawal.

Apa itu Ayyamul Bidh?

Yaitu tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas setiap bulan Hijriah, dan disunahkan berpuasa pada hari-hari tersebut.

Bolehkah berpuasa pada hari-hari Tasyrik?

Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir, sehingga tidak boleh berpuasa kecuali bagi jemaah haji yang tidak mendapatkan hewan hadyu, menurut pendapat sejumlah ulama.